Rangkong Media Indonesia Laut Indonesia Nelayan Pesisir Utara Jawa Hadapi Abrasi dan Kenaikan Muka Laut

Nelayan Pesisir Utara Jawa Hadapi Abrasi dan Kenaikan Muka Laut


Ilustrasi Foto : Pexel, Bas Isigna Nelayan

Semarang, 21 Oktober 2025 – Ratusan keluarga nelayan di pesisir utara Jawa melaporkan peningkatan abrasi dan banjir rob yang semakin sering terjadi sepanjang Oktober 2025. Di sejumlah desa pesisir Kota Semarang dan Demak, air laut pasang masuk hingga ke permukiman dan tambak warga.

Badan Meteorologi setempat menyebut fenomena ini dipengaruhi kombinasi pasang maksimum bulanan, penurunan muka tanah, serta tren kenaikan muka laut akibat perubahan iklim global. Studi terdahulu dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan wilayah pesisir utara Jawa termasuk kawasan paling rentan terhadap dampak iklim di Indonesia.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak percepatan pembangunan sabuk hijau mangrove sebagai perlindungan alami dari gelombang dan abrasi. Program rehabilitasi mangrove yang dikoordinasikan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan disebut perlu diperluas hingga ke desa-desa dengan tingkat kerusakan terparah.

Di sisi lain, para nelayan mengeluhkan penurunan hasil tangkapan akibat perubahan pola arus dan cuaca yang makin sulit diprediksi. Mereka berharap pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menyediakan skema adaptasi ekonomi dan asuransi risiko iklim.

Isu pesisir ini kembali mengingatkan bahwa krisis iklim bukan sekadar persoalan global, melainkan realitas yang langsung memengaruhi ruang hidup masyarakat di garis pantai.

Sumber: Pulitzer, BMKG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post