Rangkong Media Indonesia Hutan Indonesia Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Masih Masif, Luasan Terbakar Capai Puluhan Hektare

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Masih Masif, Luasan Terbakar Capai Puluhan Hektare

Api Membakar 50 Ha Hutan dan Lahan di Riau Sejak Jumat 27 Juni, Foto : Metro News

Api Membakar 50 Ha Hutan dan Lahan di Riau Sejak Jumat 27 Juni, Foto : Metro News

Pekanbaru, 30 Juni  2025 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi masalah serius di Provinsi Riau menjelang puncak musim kemarau. Sepanjang paruh pertama tahun ini, hutan dan lahan di berbagai kabupaten terutama Rokan Hulu dan Kampar menunjukkan peningkatan titik panas yang memicu kebakaran besar yang memakan lahan puluhan hektare.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam dua lokasi di Provinsi Riau sejak Jumat, 27 Juni 2025. Hingga Minggu, 29 Juni 2025, tim Manggala Agni Daops Pekanbaru masih berupaya memadamkan api yang melahap lahan di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, serta Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, tepatnya di Hutan Lindung (HL) Suligi.

Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru, Chaerul Parsaulian Ginting, menjelaskan kepada Media Indonesia bahwa luas kebakaran di Desa Karya Indah sudah mencapai lebih dari 10 hektare, sedangkan di Desa Bencah Kesuma di HL Suligi membakar lebih dari 40 hektare lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan bahwa musim kemarau 2025 akan meluas hingga Agustus, dengan Riau berada pada salah satu puncak risiko tertinggi. Prediksi ini didasarkan pada pola curah hujan yang menurun dan suhu tinggi yang meningkatkan potensi kebakaran.

Para aktivis menilai bahwa upaya mitigasi saat ini masih bersifat reaktif, dengan pendekatan water bombing dan modifikasi cuaca, namun belum cukup menekan risiko kebakaran sebelum melebar. Mereka menyerukan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pembukaan lahan secara ilegal — yang sering menjadi pemicu kebakaran.

Dampak lingkungan dari kebakaran ini tidak hanya pada hilangnya tutupan lahan, tetapi juga pelepasan emisi karbon signifikan yang dapat memperburuk kualitas udara di Riau dan sekitarnya. Masyarakat setempat juga berisiko terkena asap, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Sumber: BMKG, Riau Online, Metro News, laporan Daops Manggala Agni Pekanbaru pada Media Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Laporan Investigatif Yale Environment 360 Soroti Ancaman Konversi Hutan Tropis IndonesiaLaporan Investigatif Yale Environment 360 Soroti Ancaman Konversi Hutan Tropis Indonesia

Jakarta, 18 September 2025 – Media lingkungan independen asal Amerika Serikat, Yale Environment 360, menerbitkan laporan investigatif yang menyoroti rencana ekspansi proyek pangan dan energi berskala besar di wilayah timur