Rangkong Media Indonesia Suara Warga Mahasiswa ITB Kembangkan Drone Ramah Lingkungan untuk Dukung Konservasi Satwa

Mahasiswa ITB Kembangkan Drone Ramah Lingkungan untuk Dukung Konservasi Satwa


Bandung, 21 Mei 2025 — Inovasi teknologi untuk pelestarian alam kembali lahir dari kampus. Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin angkatan 2022 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Gravin Hotasi Zakharia, meraih Juara 1 dalam ajang SolidWorks Design Competition “Mechanical Engineering Battle (ME-B) 2025” yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina. Kompetisi tingkat nasional ini mengangkat tema Sustainable Mobility dan diikuti berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Gravin memenangkan kompetisi tersebut melalui proyek inovatif berjudul “LAIKA: Solar-Powered Joined Wing UAV with Tricopter VTOL Capability for Wildlife Conservation.” LAIKA merupakan drone bertenaga surya yang dirancang sebagai solusi pemantauan kawasan konservasi satwa liar di Indonesia, dengan tujuan menggantikan penggunaan helikopter konvensional yang dinilai kurang efisien dan menghasilkan emisi karbon tinggi.

Desain LAIKA mengintegrasikan sejumlah teknologi mutakhir. Konfigurasi joined wing diterapkan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika sekaligus memperluas permukaan efektif pemasangan panel surya. Sistem tricopter VTOL (Vertical Take-Off and Landing) memungkinkan drone lepas landas dan mendarat secara vertikal, sehingga dapat beroperasi di medan sulit tanpa memerlukan landasan panjang. Drone ini juga dilengkapi sel fotovoltaik terintegrasi yang memungkinkan durasi terbang lebih lama tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Untuk mendukung kebutuhan konservasi lapangan, LAIKA dibekali kamera resolusi tinggi yang mampu melakukan pemantauan dan dokumentasi satwa secara real time. Teknologi ini dinilai relevan dalam mendeteksi perubahan tutupan hutan, memantau pergerakan satwa, serta mengidentifikasi potensi aktivitas ilegal di kawasan lindung.

Kompetisi yang diikuti Gravin berlangsung melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari pengumpulan sketsa awal, simulasi animasi desain, hingga presentasi teknis final. Seluruh peserta diwajibkan menunjukkan penguasaan perangkat lunak SolidWorks untuk merancang, menguji, dan memvisualisasikan konsep teknik mereka. Penilaian didasarkan pada orisinalitas, fungsionalitas, pemanfaatan fitur perangkat lunak, serta efektivitas desain dalam menjawab tantangan nyata.

Keunggulan teknis, detail perancangan yang kuat, serta potensi dampak lingkungan dari inovasi LAIKA mengantarkan Gravin meraih posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut. Inovasi ini dinilai sejalan dengan visi transportasi berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon, sekaligus memperkuat upaya perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Pengembangan drone bertenaga surya untuk konservasi ini menunjukkan bagaimana teknologi rekayasa dapat diarahkan untuk menjawab persoalan lingkungan. Di tengah tingginya tekanan terhadap habitat satwa dan kebutuhan pengawasan yang efektif, pendekatan berbasis energi terbarukan menjadi langkah strategis menuju sistem konservasi yang lebih adaptif dan ramah lingkungan. ( GN)

Sumber: Institut Teknologi Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post