Rangkong Media Indonesia Suara Warga Lampu Padam Satu Jam untuk Aksi Earth Hour 2025 di Indonesia

Lampu Padam Satu Jam untuk Aksi Earth Hour 2025 di Indonesia

Foto : Earth Hour

Jakarta, 23 Maret 2025 — Indonesia kembali ambil bagian dalam gerakan global Earth Hour 2025 yang digelar serentak pada Sabtu (22/3) pukul 20.30–21.30 waktu setempat. Tahun ini, kampanye yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF) yang mengajak masyarakat menyisihkan satu jam untuk refleksi sekaligus komitmen jangka panjang terhadap gaya hidup rendah karbon.

Manfaat Mematikan Lampu dalam 1 Jam Untuk Indonesia

Aksi mematikan lampu dan perangkat listrik non-esensial selama satu jam ini bukan sekadar simbolis, tetapi memiliki makna ekologis dan psikologis yang kuat. Secara teknis, penghematan energi dari satu jam pemadaman memang berbeda-beda di tiap wilayah tergantung jumlah partisipan dan kapasitas listrik, namun ketika dilakukan secara kolektif oleh jutaan orang, beban listrik dapat turun signifikan dalam periode tersebut.

Di sejumlah kota besar dunia, operator listrik bahkan mencatat penurunan konsumsi beberapa megawatt saat Earth Hour berlangsung. Walau dampak pengurangan emisi karbon dalam satu jam relatif kecil dibanding konsumsi tahunan, nilai terpentingnya terletak pada efek jangka panjang: membangun kesadaran publik bahwa listrik berasal dari proses yang sebagian masih bergantung pada bahan bakar fosil penghasil emisi gas rumah kaca.

Di Indonesia, di mana sebagian pembangkit listrik masih menggunakan batu bara, setiap penghematan energi berarti potensi pengurangan pembakaran bahan bakar dan emisi karbon dioksida. Satu lampu LED rumah tangga mungkin hanya menghemat beberapa watt, tetapi jika jutaan rumah dan gedung komersial mematikan lampu serta perangkat non-esensial secara bersamaan, akumulasi penghematan energi menjadi jauh lebih besar. Selain itu, aksi ini juga mengurangi polusi cahaya (light pollution) yang berdampak pada ekosistem malam, termasuk burung migran dan serangga nokturnal yang sensitif terhadap cahaya buatan.

Strategi Komunikasi Lingkungan

Lebih dari aspek teknis, mematikan lampu selama satu jam adalah strategi komunikasi lingkungan yang efektif. Aksi sederhana ini mudah dilakukan, inklusif, dan dapat diikuti siapa saja tanpa biaya. Ketika kota-kota meredup dan ikon-ikon bangunan ikut gelap, publik diingatkan secara visual tentang urgensi krisis iklim. Inilah kekuatan simbolik Earth Hour: satu jam kegelapan yang menyalakan kesadaran.

Tantangan Perubahan

Tantangannya adalah memastikan bahwa satu jam tersebut menjadi titik awal perubahan perilaku—mendorong efisiensi energi sehari-hari, penggunaan energi terbarukan, serta dukungan terhadap kebijakan rendah karbon di tingkat lokal maupun nasional.

Di Indonesia, partisipasi datang dari berbagai kota dan sektor. Sejumlah gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, hingga fasilitas publik memadamkan lampu eksterior dan papan reklame sebagai bentuk dukungan. Tantangan perubahan iklim tidak berhenti dalam satu malam. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kenaikan muka laut dan cuaca ekstrem, memiliki kepentingan besar dalam memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi iklim.

Secara global, Earth Hour telah berkembang menjadi salah satu gerakan lingkungan terbesar di dunia sejak pertama kali digelar pada 2007. Partisipasi jutaan orang di lebih dari 190 negara menunjukkan bahwa solidaritas global terhadap Bumi terus tumbuh. Di Indonesia, aksi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mendorong kebijakan, inovasi energi terbarukan, dan perubahan perilaku yang konsisten demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sumber : Kompas.com, Earth Hour 2025: Jaga Bumi dengan Matikan Lampu Selama 1 Jam, 22 Maret 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post