Rangkong Media Indonesia Suara Warga Berkomitmen Hentikan Polusi Plastik di Tengah Kebuntuan Negosiasi Global

Berkomitmen Hentikan Polusi Plastik di Tengah Kebuntuan Negosiasi Global


Jakarta, 16 Agustus 2025 — Ancaman polusi plastik tetap menjadi perhatian utama bagi ekosistem laut dan darat Indonesia. Meski perundingan internasional mengenai pengelolaan plastik (Intergovernmental Negotiating Committee, INC‑5.2) di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan, langkah konkret untuk menanggulangi polusi plastik terus berjalan di berbagai wilayah.

Perundingan yang berlangsung pada 5–13 Agustus menghasilkan dua draf revisi, namun sidang pleno 15 Agustus ditutup tanpa konsensus. Meski demikian, seluruh pihak sepakat untuk melanjutkan proses menuju INC‑5.3 dengan konsultasi teknis, keterlibatan politik tingkat tinggi, dan penguatan prosedur, agar perjanjian global bersifat ambisius, inklusif, dan dapat diimplementasikan.


Dampak Polusi Plastik di Lapangan

Penumpukan sampah plastik di pesisir dan laut dangkal, mulai dari kantong sekali pakai, botol plastik, hingga mikroplastik yang menempel pada terumbu karang. Aktivitas ini mengancam keanekaragaman hayati laut, serta mata pencaharian ribuan nelayan tradisional.

Data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup pada Koran Jakarta menunjukkan lebih dari 250 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan 42.033 TPS3R telah tersedia di Indonesia, namun masih dibutuhkan sinergi antara masyarakat, akademisi, dan sektor swasta agar program ini berdampak nyata.


Transformasi Pengelolaan Sampah dan Partisipasi Masyarakat

Beberapa kota telah mulai mengintegrasikan fasilitas modern seperti biodigester, Refuse-Derived Fuel (RDF), dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Inisiatif ini diharapkan membantu menurunkan jumlah sampah plastik yang masuk ke laut, sekaligus menyediakan energi bersih.

Penyelesaian masalah ini memerlukan pendekatan pentahelix yaitu kolaborasi antara masyarakat, akademisi, media, sektor usaha, dan pemerintah yang menjadi fondasi bagi keberhasilan program pengelolaan sampah berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat lokal, terutama di wilayah pesisir, diharapkan mendorong praktik daur ulang, pengurangan sampah, dan restorasi ekosistem yang terdampak plastik.

Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup, Koran Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Indonesia Hadapi Krisis Limbah Nasional, Kapasitas TPA Nasional Hanya Bertahan Hingga 2028Indonesia Hadapi Krisis Limbah Nasional, Kapasitas TPA Nasional Hanya Bertahan Hingga 2028

Yogyakarta, 27 Februari 2025 – Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah nasional. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai kota sudah melebihi batas, sementara proyeksi menunjukkan produksi sampah bisa